2 views

Empat Keadaan Orang Kafir Di Akhirat

0

Sesungguhnya manusai ketika dihidupkan dan dibangkitkan dari kuburnya keadaan mereka tidaklah sama. Tempat dan kedudukan mereka juga tidak sama.  Secara umum, orang-orang yang kafir nanti di akhirat mengalami empat kondisi  atau keadaan dalam empat situasi yang berbeda.

Pertama, saat dibangkitkan dari kubur. Orang-orang kafir saat dibangkitkan tubuh mereka dilengkapi dengan anggota dan panca indera. Mereka bisa saling mengenal satu sama lain. Sebagaimana firman Allah SWT, “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa) seakan-akan tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali sesaat saja pada siang hari, (pada waktu) mereka saling berkenalan. Sungguh rugi orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, dan mereka tidak mendapat petunjuk”. (QS. Yunus: 45)

Kedua, saat digiring ke tempat hisab. Orang-orang kafir saat digiring ke tempat hisab dengan anggota tubuh dan indera yang masih sempurna. Allah SWT berfirman, “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah, selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya”. (QS. As-Shafat: 22-24)

Kalimat “Fahduuhum” (tunjukilah mereka), menunjukkan bahwa indera mereka masih utuh. Sebab, kata-kata, tunjukilah mereka tidak mungkin disampaikan kepada yang buta, tuli atau bisu.

Baca Juga : WASPADAI KEBANGKRUTAN DI AKHIRAT

Ketiga, Saat hisab. Orang-orang kafir pada saat dihisab juga anggota tubuh dan inderanya masih utuh dan lengkap.  Hal ini agar mereka bisa mendengar apa yang dikatakan kepada mereka, dan supaya mereka bisa melihat dan membaca kitab catatan amal mereka. Dan, agar anggota tubuh mereka ikut bersaksi dengan keburukan yang telah mereka lakukan. Allah SWT berfirman tentang kondisi mereka saat hisab. “Dan diletakkanlah kitab (catatan amal, lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, (dosa) yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun.” (QS. Al-kahfi: 49)

Orang-orang kafir tetap disempurnakan anggota tubuh dan inderanya agar mereka bisa menyaksikan dan merasakan kedahsyatan pada hari kiamat yang telah mereka dustakan ketika hidup di dunia.

Keempat, saat digiring ke neraka jahannam. Pada saat mereka digiring ke neraka, pendengaran dan penglihatan mereka dicabut oleh Allah, demikian juga lisan mereka sudah tidak bisa lagi bicara. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT, “Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat dengan wajah tersungkur dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka”. (QS. Al-Isra: 97)

Comments are closed.