Diuji Lalu Naik Haji, Kini Gemar Berbagi

0

Hj. Umayah, Owner Biro Haji dan Umrah Saudaraku

”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim [14]: 7)

Ayat Al-Qur’an yang sudah sangat populer ini benar-benar dirasakan oleh sosok muslimah  yang satu ini. Berbagai kegagalan yang pernah dialaminya dia sadari akibat “kelalaiannya” karena kurang bersyukur. Setelah menyadari kekhilafannya, iapun segera memperbaiki langkah hidupnya. Kini berbagai kesuksesan telah ia raih. Itulah Hj. Umayah, Owner Biro Umrah Saudaraku.

Wanita kelahiran Kediri tahun 1969 ini merupakan seorang pengusaha tulen. Berbagai jenis usaha pernah ia jalani. Seperti usaha jual beli perhiasan, usaha kayu, dan sekarang bisnis biro umroh. Pada awalnya, selama menjalani bisnis, meskipun sukses dan materi lebih dari cukup, namun itu tidak membuatnya merasa tenang atau bahagia dalam hidupnya.

Roda memang berputar. Suatu saat, bisnis perhiasannya mengalami penurunan, akhirnya ia pun  meninggalkan usaha tersebut. Setelah itu ia sempat mengalami tekanan batin.  Berkat dukungan kedua anak dan keluarganya ia berusaha tegar dan tidak menyerah. Setelah direnungkan, ia sadar bahwa selama ini ia lupa syukur akan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT.

Beberapa kawannya memberikan arahan agar ia lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Akhirnya ia memutuskan untuk menunaikan ibadah haji. “Sebelumnya saya tidak pernah terbayang untuk naik haji. Namun setelah mendapatkan ujian dari Allah SWT, saya memutuskan untuk melaksanakan ibadah haji,” kisahnya.

Namun niat baik tersebut tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Ujian kembali datang. Maksud hati ingin beribadah pada Allah SWT, 3 hari sebelum berangkat melaksanakan ibadah haji, uangnya dibawa kabur oleh teman bisnisnya. Sampai-sampai ia tidak mempunyai uang sama sekali. Sempat mengalami tekanan mental, namun beliau tidak menyerah, dengan niat kuat dan juga berdo’a, akhirnya pertolongan Allah datang. “Saya tidak menyangka, sebelum berangkat haji, saya menjual rumah untuk bisa berangkat haji. Karena waktu itu sebelum berangkat haji, saya ditipu teman bisnis saya, uang saya dibawa kabur dan saya tidak punya uang sama sekali. Saya berdo’a pada Allah SWT dan do’a saya dikabulkan, ada teman suami saya yang membeli rumah tanpa menawar, dan akhirnya saya dan suami bisa berangkat haji,” jelasnya.

Sang teman juga menuturkan agar tidak takut dan menyerah dalam menjalankan ibadah, karena Allah akan memberikan pertolongan dan kemudahan kepada hamba-Nya.

Selama di tanah suci mekkah,  mereka berdo’a agar Allah menurunkan pertolongan.

Keajaiban Allah SWT dibuktikan dengan memberikan kerahmatan kepada ibu dua anak ini. Setelah pulang dari tanah suci, mereka mampu membeli rumah. Rezeki tersebut datang tidak disangka-sangka.

Peduli Yatim dan Dhuafa

Kepedulian beliau terhadap sesama terutama anak yatim dan dhuafa tumbuh saat ia mengikuti Majelis Nur Ilahi Tajinan. Bu Umayah diajak oleh teman beliau diajak untuk mengikuti Majelis Nur Ilahi Tajinan. Sebagai bukti kepeduliannya, istri kapten CAJ. H. Nur Hadi Cahyono ini sering mengikuti pengajian dan juga santunan. Beliau rutin menghadiri Majelis Nur Ilahi asuhan KH. Muhammad Tamyiz al Faruq Tajinan, Kabupaten Malang.

Bu Umayah aktif dalam majelis tersebut sejak tahun 2008. Setelah rajin mengikuti majelis tersebut terketuklah hatinya, terutama setelah melihat acara santunan anak yatim yang rutin diadakan oleh Majelis Nur Ilahi.

Sering mengikuti majelis tersebut, dengan berjalannya waktu beliau merasa ada kecocokan dengan majelis tersesbut. Sehingga beliau sampai sekarang aktif dalam majelis tersebut sekaligus menjadi donatur tetap Majelis Nur Ilahi. Hj. Umayah berpesan agar tidak takut untuk bersedekah, karena dengan bersedekah akan dilipat gandakan amal kita,” jelasnya.

 (mu/choliz)

Comments are closed.