Adab Suami IsteriKeluarga

Demi Senyum Sang Istri

Saya punya seorang teman yang beruntung karena dikaruniai istri yang neriman. Meski penghasilan sang suami pas-pasan, ia tidak pernah mempermasalahkan. Meski tidak pernah bisa rekreasi dia tidak pernah demonstrasi. Meski hidup kekurangan tapi dia tidak uring-uringan. Meski hidup di rumah kontrakan dia tidak suka protesan.

Dengan sikap istrinya yang mau neriman, sang suami semakin sayang. Dan ia semakin bersemangat untuk mencari tambahan penghasilan. Dia ingin membahagiakan istri dan keluarganya. Sikap istrinya yang neriman tidak membuatnya keenakan alias tambah malas.

Berbeda dengan teman saya yang lain. Meski ekonominya cukup makmur, tapi rumah tangganya kurang akur. Meski rumahnya lumayan mewah, tapi rumah tangganya goyah dan kurang berkah. Rupanya, sang istri terlena dengan penghasilan suaminya. Ia menjadi orang yang ingin serba wah, sumua keinginannya harus dituruti. Kalau tidak, maka omelannya bisa tidak berhenti tiga hari tiga malam.

Pengaruh Besar

Sikap qana’ah atau menerima apa adanya (neriman) dalam masalah materi sangat dibutuhkan dalam kehidupan suami istri. Terutama bagi seorang istri yang secara hukum memang dinafkahi oleh suami.  Tanpa adanya sifat qana’ah maka bisa dibayangkan bagaimana susahnya seorang suami. Setiap tiba di rumah maka yang terdengar adalah keluhan dan keluhan. Belum punya ini, belum punya itu, ingin beli ini dan ingin beli itu. Belum lagi kalau istri matanya jelalatan. Nggak sabar lihat tetangganya yang makmur. Setiap tetanga beli sesuatu, ia mulai resah dan menuntut suami segera membelikannya.

Coba, kalau suami yang penghasilannya pas-pasan, lalu istrinya banyak permintaan dan tuntutan apa nggak pusing tujuh juta keliling. Kalau suami tidak sabar, maka ujung-ujungnya ya  tukaran alias ribut. Bayangkan, kalau sudah sumpek dan pusing mencari nafkah lalu istri ngomel-ngomel apa tidak tambah mumet. Maka tak heran, kalau ada suami yang tega menghabisi nyawa istrinya gara-gara mangkel diceramahi sang istri.

Baca Juga : Beban Ganda Seorang Wanita
Demi istri

Istri yang banyak tuntutan telah membuat suaminya terlalu sibuk dengan dunia untuk memenuhi segala keinginannya. Berapa banyak kaum suami yang meninggalkan majelis taklim gara-gara demi mengejar uang lemburan?. Waktu belum menikah rajin ke masjid, lha setelah nikah ke masjidnya seminggu sekali. Sebelum nikah rajin ke majelis taklim, lha setelah nikah majelisnya tidak pernah didatangi lagi.
bahkan, berapa banyak kaum suami yang rela menempuh jalan yang diharamkan Allah SWT demi membahagiakan sang istri tercinta. Yang terakhir ini banyak ditempuh oleh para suami yang miskin ilmu agama. Ia rela melanggar aturan agama demi ”senyuman sang istri”.

Duhai para istri, engkau adalah sebaik-baik perhiasan di atas muka bumi ini bila engkau memahami dan mengamalkan ajaran agama kalian. Maka jadilah wanita dan istri yang shalihah,itu semua bisa dicapai bila engkau mampu mengendalikan hawa nafsumu, bergaul hanya dengan kawan-kawan yang shalihah dan berilmu, dan tutuplah matamu bila engkau melihat sesuatu yang tidak mungkin bisa engkau raih, lihatlah ke bawah masih banyak yang lebih menderita dan lebih miskin hidupnya dibandingkan engkau. Maka akan kau temui dirimu menjadi orang yang mudah mensyukuri nikmat-Nya.

Sifat qana’ah ibarat mutiara yang terpendam di bawah laut, barangsiapa yang bisa mengambilnya dan memilikinya maka beruntunglah ia. Seorang istri yang memiliki sifat qana’ah ini maka dapat membawa ketentraman dan kedamaian dalam rumah tangganya. Suami merasa sejuk berdampingan denganmu, rasanya akan enggan ia menjauh darimu.

Betapa bahagianya para suami yang memiliki istri yang qana’ah, para istri bisa memiliki sifat ini bila ia mau berusaha sekuat tenaga dan berdo’a kepada Allah semata. Ya, Allah janganlah kau jadikan dunia satu-satunya keinginan utama kami, amin.Wallahu’alam bishawwab.

Tags
Show More

Related Articles

Close