Celaka Akibat Ambisi Dunia

0

أربع من الشقاء : جمود العين، قسوة القلب، طول الأمل، الحرص على الدنيا.(رواه البزار)

Dalam menjalani kehidupan, baik bekerja, melakukan aktifitas muamalah, berinteraksi dengan sesama (hablum minannas), menjaga dan mengelola alam, menjadi khalifah (pemimpin) di bumi sampai beribadah kepada Allah SWT kita harus memiliki pikiran yang jernih dan pandangan lurus. Apapun aktifitas kita, kalau kita kerjakan dengan emosi, ketamakan, ambisi yang kuat, penuh nafsu tentu akibatnya tidak baik. Kalau kita melakukan sesuatu dengan penuh nafsu lalu akhirnya sukses kita akan merasa sombong. Sebaliknya, kalau tidak sukses kita akan mudah marah dan putus asa. Keduanya sama-sama tidak baik, sukses membawa  kepada kesombongan tidak baik, tidak sukses membawa  kepada marah, patah hati, putus asa. Inilah akibat melakukan dengan didasari nafsu atau ambisi.

Oleh karenanya salah satu penyebab yang menyebabkan celaka, sengsara baik dunia maupun akhirat adalah meraih dan melakukan sesuatu dengan penuh ambisi, terlalu semangat, serakah dan tamak. Meraih sesuatu terlalu semangat tanpa adanya kontrol diri hasilnya tidak baik. Ibarat saat kita mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi kalau tidak direm tentu akan berakibat buruk.

Baca Juga : BERKAT SHALAWAT SURGA BERTAMBAH LUAS

BAHAYA AMBISI

Mengapa kalau kita melakukan sesuatu dengan ambisi (al-hirsu) itu berdampak buruk, celaka, dan dimana letak celakanya? Orang itu kalau berambisi ingin cepat kaya tentu akan melalui cara cepat yakni mencari pesugihan. Dan inilah yang menyebabkan celaka dunia dan akhirat, sebab telah melakukan kemusyrikan. Bahkan kita sendiri, atau anak dan keturunan kita diperbudak oleh jin (yang telah dijadikan khadam) untuk meraih kekayaan, sehingga anak keturunan kita hidupnya menjadi sengsara baik dunia dan akhirat. Terkadang orang berambisi ingin cepat kaya bekerja keras tanpa mengenal waktu, sehingga shalatnya tidak terjaga, perhatian untuk keluarga tersita, kehidupannya tidak seimbang, anaknya tidak terurus, istrinya minta cerai, mudah terjangkit penyakit, dan bahkan belum sempat menikmati hasilnya sudah meninggal dunia. Dan ini juga termasuk makna dari kesengsaraan.

Terkadang terlalu ambisi ingin cepat kaya orang melakukan kecurangan, penipuan dalam berjualan, saat menimbang curang, saat tawar-menawar berbohong dan bahkan dia melakukan praktek ribawi dan akhirnya hidupnya celaka baik dunia dan akhirat. Atau orang terlalu berambisi ingin cepat kaya melakukan praktek korupsi yang pada akhirnya hidupnya menjadi sengsara. Atau mungkin terlalu ambisi ingin cepat kaya sehingga dia sangat pelit bahkan pada dirinya sendiri.  Pelit pada anaknya, pelit pada istrinya, pelit pada keluarga dan saudara, mungkin dia sukses dalam meraih sebuah kekayaan tapi dia tidak sukses dalam bermasyarakat, semua orang mencibirnya sebab pelitnya itu. Dan lebih parah lagi, dia juga pelit pada dirinya sendiri, untuk memenuhi gizi di dalam tubuhnya pun tidak terpenuhi, sehingga antara tenaga, fikiran yang dikeluarkan tidak seimbang dengan gizi dan energy yang dia butuhkan. Dan akhirnya dia sakit. Ini semua adalah akibat dari sifat yang terlalu ambisi terhadap sesuatu.

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, “Terlalu ambisi kepada dunia itu merupakan setiap pangkal kesalahan dan kesengsaraan”.  Jadi, bekerjalah karena Allah SWT, bekerjalah dengan menjaga keseimbangan antara diri, istri, keluarga dan masyarakat, bekerjalah dengan menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat, bekerjalah dengan menjaga keseimbangan antara waktu, tenaga yang digunakan dan gizi yang dibutuhkan. Dan insya Allah dengan ini semua kita akan sukses secara perlahan-lahan dan tubuh kita tidak mudah sakit. Dan sebaliknya kalau kita terlalu ambisi (al-hirsu) akan berakibat sengsara dan celaka. (Media Ummat)

Comments are closed.