Calon Suami Janji Masuk Islam

Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Saya seorang wanita muslimah dan mempunyai pacar Nasrani. Ia berjanji akan menganut agama Islam setelah kami menikah. Dalam hal ini, apakah ada larangan dalam Islam, apabila kami melangsungkan pernikahan, sama seperti halnya akad nikah antara pria muslim dengan wanita dari golongan ahli kitab yang dibolehkan agama kita? Terima kasih .

Baca Juga : MANUSIA DIKUMPULKAN BERSAMA ORANG YANG  DICINTAINYA

Jawab:

Wa’alaikumsalam. Wr. Wb. Menurut hukum syariat Islam, pernikahan seorang wanita muslimah dengan seorang pria non-Muslim hukumnya haram. Berbeda dengan laki-laki muslim yang menikah dengan wanita non muslim (ahlul kitab/yahudi dan nasrani) hukumnya masih mukhtalaf (diperdebatkan).

Nah, kalau sudah jelas ada komitmen, bahwa laki-laki itu akan memeluk agama Islam, sehingga saat menikah nanti sudah Muslim, maka hukumnya boleh dan sah.  Tetapi, kalau laki-laki itu bermaksud hanya berjanji “akan masuk Islam” dan menurut faktanya ia belum memeluk Islam sewaktu hendak melakukan akad nikah, maka hal ini tetap berlaku larangan agama Islam bagi seorang muslimah kawin dengan pria bukan Muslim, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Mumtahanah, ayat 10.

Lagi pula, saudari harus benar-benar waspada, jangan sampai “janjinya” untuk masuk Islam itu hanya strategi saja, agar saudari mau menikah dengannya. Dikhawatirkan, setelah menikah dan punya anak, dia kembali ke agamanya semula, menggantung nasib saudari dan anak-anak. Berapa banyak kasus yang terjadi, seorang istri yang muslimah nekad keluar Islam, ikut agama suaminya setelah sang suami kembali ke agamanya, dengan alasan ekonomi dan sebagainya. Jadi, pertimbangkan dengan baik, ajak musyawarah keluarga serta pelajari i’tikad baik atau janjinya mau masuk Islam itu sekedar main-main atau memang sungguhan. (Media Ummat)