Buah Rajin Sedekah Sejak Kecil

0

Dari kecil, merangkaknya sudah berbeda dengan anak-anak lain. Dia suka mainan anak-anak, tapi juga senang ngoprek perangkat-perangkat komputer. Ketika saudara saya merakit komputer, dia ikutin dengan sangat antusias,” tutur Yan Harlan (45) mengenai anaknya, Muhammad Yahya Harlan (13). Saat Yahya 3 tahun, bapaknya sering memangku dia sambil mengajarkan dasar-dasar menggunakan komputer. “

Yahya sudah mulai membaca dan menulis dengan program word dan powerpoint,” kenang alumnus arsitektur ITB ini. Yahya, lanjut Harlan, belajar banyak otodidak. Termasuk bergabung dengan mahasiswa-mahasiswa ITB mengikuti les komputer ketika kelas 5 SD. Waktu itu Yahya yang kini kelas 7A SMP Sekolah Alam Bandung, sudah belajar web design, pemrograman java, web programming, dan lain-lain. Yahya juga punya minat dan karya-karya yang tidak berbasis web, seperti robot, animasi flash, dan games. Salah satu karya besar Yahya adalah situs jejaring salingsapa.com.

Baca Juga : SHALAWAT TANPA SALAM, BOLEHKAH?

Salingsapa.com dirilis pada 1 Muharram 1423 H atau 7 Desember 2010. Dalam waktu singkat situs ini sudah diakses lebih dari 46 negara, seperti Amerika Serikat, Belanda, Norwegia dan Malaysia, dengan hit lebih 2 juta dan memiliki lebih dari 5000 member. Kelebihan salingsapa adalah muatan Islami, seperti fitur Al-Quran (di fitur ini kita bisa dipandu agar membaca Al-Qur’annya baik dan benar), khazanah (tentang dakwah), dan radiosalingsapa. Situs yang awalnya hasil iseng ini, meledak setelah ditayangkan di stasiun televisi swasta. Rejeki pun mengalir deras ke Yahya, dan dia pun getol bersedekah.

Yahya menuturkan, suatu hari ia baru turun dari Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Tiba-tiba, seorang yang tidak dikenalnya, memberi dia uang dalam amplop. Ternyata isinya uang cukup banyak juga. Di mobil saya mikir, ini uangnya mau diapain. Habis itu aku sedekahin aja, papar Yahya. Beberapa hari kemudian, ada lagi yang ngasih uang dalam jumlah yang jauuuhhh lebih banyak. Salingsapa adalah bentuk sedekah Yahya yang jika dikomrsilkan nilainya sekitar 2 Milyar.  Kalau diuangkan, 1 channel perhari itu uang sewanya 5 juta. Jadi 15 channel itu sehari 357 juta, ungkapnya. Alhamdulillah, sedekah itu terus berbuah. Yan Harlan mengungkapkan, Yahya dididik sedekah sejak kecil. Waktu Yahya masih kecil, kami suka mengajaknya berkeliling dan berbagi. Misalnya membeli susu untuk orang yang tak mampu di sekitar kita. Sekarang ini, dari beberapa acara kita suka mendapat amplop. Sebagian kita belikan beras untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. (pppa.or.id)

Comments are closed.