Biasakan Akrab dengan Qur’an

0

Begitu pentingnya penanaman nilai-nilai Al-Qur-an kepada anak ketika mereka berada di usia dini. Inilah pula kebiasaan para Salaf, mereka mengajarkan Al-Qur-an kepada sang buah hati. Dalam salah satu  kitab yang ditulis oleh syaikh Ibrahim bin ‘Amir Ar-Ruhaili, kami menemukan perkataan Imam Malik tentang para salaf yang mengajarkan Alqur’an kepada anak-anak mereka. Imam malik bertutur: “Dahulu para salaf mengajarkan anak-anak mereka mencintai Abu Bakr dan Umar sebagaimana mengajarkan surat dalam Al-Qur-an.”

Begitu besar dan mulia tanggung jawab seorang ibu terhadap pendidikan sang anak termasuk pendidikan Al-Qur-an baik tentang makna maupun hafalannnya.

Dalam sebuah acara buka puasa, di tahun-tahun yang lewat, seorang anak membacakan kami surat-surat yang dihafalnya, termasuk hadits dan do’a-do’a nabawi. Sang ayah mengakui bahwa sang anak diajarkan oleh ibunya. Sang anak sering mendengar hafalan Al-Qur-an, hadits maupun do’a-do’a yang dibacakan sang Bunda.

Begitu indahnya sebuah keluarga muslim yang memiliki seorang wanita (ibu) penuh dengan pengabdian yang tulus terhadap perkembangan sang anak terutama pendidikan Al-qur-an.

Baca Juga :  BERLOMBA MERAIH SURGA

Salah satu yang wajib diajarkan kepada anak adalah segala hal tentang Al-Qur’an karena Al-Qur’an adalah pedoman hidup manusia. Mengajari anak Al-Qur’an berarti mengajak anak untuk dekat kepada pedoman hidupnya. Dengan cara itu, mudah-mudahan kelak ketika dewasa anak-anak benar-benar dapat menjalani hidup sesuai dengan Al-Qur’an. Tak heran bila Rasulullah mengingatkan kita untuk mendidik anak dengan Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda: “Didiklah anak-anak kamu pada tiga perkara: mencintai Nabi kamu, mencintai ahli baitnya dan membaca Al-Qur’an, sebab orang-orang yang memelihara Al-Qur’an itu berada dalam lindungan singgasana  Allah pada hari tidak ada perlindungan selain dari pada perlindungan-Nya beserta para Nabinya dan orang-orang suci. (HR. Ath-Thabrani)
Sejak kapan Al-Qur’an sebaiknya diajarkan pada anak? Tentu, sedini mungkin. Semakin dini semakin baik. Akan sangat bagus bila sejak anak dalam kandungan seolah-olah calon anak kita itu sudah terbiasa “hidup bersama” Al-Qur’an. Sang ibu harus senantiasa akrab dan terus berinteraksi dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca langsung atau mendengarkan irama (murotal Al-Qur’an). Kalau ada teori yang mengatakan bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam kandungan akan meningkatkan kecerdasan, Insya Allah memperdengarkan Al-Qur’an akan jauh lebih baik pengaruhnya buat janin. Apalagi jika sang ibu yang membacanya.

Mengajarkan Alquran pada anak usia 3 tahun dapat dilakukan dengan mengenalkan, memperdengarkan, dan menghafalkan. Sesekali cobalah Anda perlihatkan Alquran kepada anak sebelum mereka mengenal buku-buku lain. Memperdengarkan ayat-ayat Alquran bisa dilakukan secara langsung atau dengan memutar kaset atau CD. Untuk anak-anak yang belum lancar berbicara, Insya Allah lantunan ayat Alquran itu akan terekam dalam memorinya. Dan jangan heran kalau tiba-tiba si kecil lancar melafadzkan surat al-Fatihah, misalnya begitu dia bisa bicara. Jika anak-anak dibiasakan memperdengar-kan ayat-ayat Alquran, Insya Allah akan memudahkan anak menghafalkannya. (Media Ummat)

Comments are closed.