Adab Suami IsteriKeluarga

Berkaca Pada Keluarga Bahagia

Kalau kita menyaksikan kebanyakan rumah tangga saat ini yang banyak berakhir di pengadilan, rasanya kok miris sekali. Rumah tangga yang begitu mulia dan menjadi ajaran agama seakan-akan  begitu menakutkan. Kita tak habis pikir, kenapa begitu mudahnya rumah tangga hancur. Kenapa begitu banyak suami yang menyia-nyiakan istri dan anak-anak mereka yang merupakan amanah dari Allah SWT. Kenapa begitu banyak istri yang semakin berani dan meremehkan suaminya.

Banyak faktor yang menyebabkan banyak rumah tangga carut marut. Diantara beberapa penyebab yang mendorong banyaknya rumah tangga yang berantakan adalah maraknya tayangan sinetron di televisi. Dalam berbagai sinetron, seringkali dipertontonkan berbagai adegan dalam  rumah tangga yang tidak mendidik. Ada yang menyajikan sikap suami-suami yang keras dan ingin menang sendiri. Ada yang menayangkan model istri-istri yang berani pada suaminya. Berani melawan, berani membentak, berani mendelik bahkan beani menampar suaminya. Sampai ada sinetron berjudul “Suami-Suami Takut Istri”.  Inikan melegitimasi seorang istri untuk bisa menakut-nakuti suaminya. Padahal ini tentu tidak sesuai  dengan ajaran Islam. Akibat, dari film tersebut banyak istri yang ikut-ikutan. Masih banyak lagi contoh tayangan-tayangan lain ditelevisi yang seringkali ditiru oleh masyarakat.

Selain, tayangan di sinetron atau film, masyarakat juga semakin dijejali dengan gaya hidup dan gaya rumah tangga para selebriti. Yang namanya selebriti kan macem-macem tingkahnya. Banyak pasangan suami istri selebriti yang ribut dan tukaran lalu ditayangkan di TV. Lha kalau begini terus, masyarakat jadi tambah tidak karuan.

Baca Juga : Memahami Hati Istri

Membangun keluarga memang tidak semudah membalik telapak tangan. Banyak  sekali rintangan, gangguan dan godaan yang selalu datang menghadang.  Tentu saja rintangan, gangguan atau godaan itu tidak boleh sampai menghalangi keinginan membangun rumah tangga. Jangan sampai menggagalkan atau menghancurkan rumah tangga. Nah, supaya kita bisa membangun rumah tangga yang baik, langgeng dan penuh kebahagiaan ya kita juga perlu meniru dan meneladani keluarga-keluarga yang berhasil.

Sebagai ummat Islam, kita sudah punya panutan dan teladan. Beliau adalah kanjeng Nabi Muhammad SAW. Rasulullah adalah panutan  setiap ummat Islam. Allah SWT sudah  menjelaskan dalam firman-Nya:  

“Sungguh telah ada bagi kalian semua pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik. (Yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan ridho Allah dan kehidupan akhirat dan berdzikir kepada Allah  dengan sebanyak-banyaknya” (QS. Al-Ahzab: 21)

Keteladanan beliau bisa dicontoh oleh siapaun, dan dari sisi apapun. Termasuk dalam kehidupan rumah tangga. Rumah tangga beliau adalah rumah tangga yang penuh kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan. Sebagaimana yang sering kita dengungkan, “Rumahku adalah surgaku”. Sebagai suami, kanjeng Nabi adalah tipe seorang suami yang sangat penyayang dan perhatian kepada istri-istri beliau. Sebagai orang tua, kanjeng Nabi adalah orang tua yang sangat bertanggung jawab tetapi juga penyayang.

Dalam haditsnya beliau bersabda: “Sebaik-baik diantara kalian adalah orang yang paling baik pada keluarganya dan Aku adalah yang paling terbaik dari kalian terhadap keluargaku. Tidaklah memuliakan wanita kecuali orang yang mulia. Dan tidaklah menghinakan kaum wanita kecuali orang yang hina” (HR. Ibnu Asakir)

Jadi kalau mau punya rumah tangga yang sukses dan menjadi surga bagi para penghuninya, ya ikuti kanjeng Nabi. Para suami harus belajar menjadi suami yang penyayang, penyabar dan memahami perasaan istri-istrinya. Pernah, suatu ketika kanjeng Nabi pulang malam . Sampai di rumah, pintu sudah terkunci. Rupanya istri beliau sudah tidur.  Setelah mengetuk pintu, dengan pelan-pelan, sebanyak tiga kali pintu belum juga dibukakan. Akhirnya beliau tidur di depan pintu rumah. Beliau tidak mau memaksa istrinya agar bangun. Coba kalau kita. Mungkin sudah gedor-gedor pintu dengan keras, seperti pak polisi yang mau menangkap buronan.

Bagaimana  bisa meniru beliau, ya caranya kita membaca atau pelajari kehidupan beliau, termasuk dalam berumah tangga.

Kalaupun tidak mampu mengikuti beliau, karena kita tidak sempat membaca, atau tidak bisa ikut pengajian, ya  kita tiru orang-orang yang sudah meniru kanjeng Nabi. Lihatlah keluarga dan rumah tangga  orang-orang sholeh. Lihatlah keluarga atau rumah tangga orang-orang yang baik.  Bagaimana rumah tangganya mau bahagia, lha wong tidak mau belajar dari rumah tangga Nabi. Gimana mau berkah dan bahagia, wong yang ditiru kok rumah tangga para selebriti.

Tags
Show More

Related Articles

Close