Belajar Dari Sifat Malu Fatimah binti Rasulillah

Siti Fatimah atau lebih dikenal juga sebagai Fatimah Azzahra (yang berseri) adalah putri bungsu Nabi Muhammad SAW dia juga merupakan putri kesayangan baginda nabi. Beberapa kali terlihat nabi memujinya, hingga suatu hari  Rasulullah SAW mengungkapkan rasa cintanya kepada putrinya takala di atas mimbar: ”Sungguh Fatimah bagian dariku. Siapa yang membuatnya marah berarti membuat aku marah”. Dan dalam riwayat lain disebutkan, ”Fatimah bagian dariku, aku merasa terganggu bila ia diganggu dan aku merasa sakit jika ia disakiti.”

Ketika Siti Fatimah putri Nabi Muhammad SAW menderita sakit keras di penghujung hidupnya kemudian datang Asma Binti Umais ke rumahnya. Kemudian Siti Aisyah berkata kepada Asma, “Demi Allah aku takut dan malu apabila nanti suatu saat ketika aku mati para pria melihat jasadku ketika aku sedang berada di dalam keranda mayat”
(Karena pada masa lalu keranda mayat tidak seperti sekarang yang kita ketahui dulu keranda mayat masih tanpa penutup)

Baca Juga : AL KARIM (YANG MAHA MULIA)

Kemudian Siti Fatimah berkata kepada Asma, “Bagaimana kalau kau bikinkan aku keranda yang dapat menutupiku sehingga semua orang tidak dapat melihatku ketika aku akan dibawa ke dalam kubur?”
Mendengar permintaan puteri kesayangan kanjeng Nabi Muhammad  SAW, kemudian Asma langsung membuat keranda yang diberi atap melengkung yang kemudian dilapisi oleh kain sehingga tak nampak dari luar (mirip seperti keranda yang kita temukan sekarang)
Setelah memperlihatkan apa yang telah Asma kerjakan untuknya, kemudian Siti Fatimah tersenyum kepadanya dan berkata, “Semoga Allah selalu menutupi aib-aibmu sepeti engkau telah menutupi jasadku”.

Masyaallah, subhanallah. Begitulah akhlak Siti Fatimah. Beliau malu dilihat oleh laki-laki yang bukan muhrim, meskipun ketika beliau dalam keadaan meninggal. Apa yang akan orang-orang lihat ketika seseorang dalam keadaan meninggal?
Bagaimana dengan para wanita yang selagi hidup tanpa rasa malu ?
Apa yang akan siti Fatimah perbuat apabila beliau hidup kembali di zaman ini di pasar-pasar banyak manusia yang telah mati rasa malunya . Menggunakan baju terbuka dengan segala pernak perniknya. Bersolek memakai gincu serta make up
Bercanda ria tertawa terbahak-bahak menggunakan parfum yang baunya sangat menyengat .Apa yang akan beliau katakan? Nabi bersabda,  “Malu tidak akan timbul kecuali ada hikmahnya”. (Media Ummat)