KisahSirah Nabawi

Belajar dari Episode Kehidupan Rasulullah

Rasulullah SAW sebelum lahir sudah ditinggal wafat oleh ayahnya. Saat masih kecil, ditinggal oleh sang ibu. Ini semua sudah menjadi sekenario Allah. Ketika anak-anak kecil bisa bercengkrama dengan ayahnya dan ibunya, Rasulullah SAW tidak. Betapa seseorang dibesarkan dengan suasana yang berat dan sulit. Namun, beliau tumbuh menjadi sosok yang sukses luar biasa. Hikmahnya, kita tidak bisa memilih takdir, siapa orangtua kita. Kelahiran kita merupakan ketetapan atau pilihan Allah. Kita tidak pernah bisa memprotes dari rahim siapa kita dilahirkan. Dari keluarga apa kita dilahirkan. Kita tidak boleh memprotes atau komplain dari siapa kita dilahirkan. Dan, ini tidak boleh menjadi alasan untuk tidak sukses. Kalau orangtua kita sholeh, kita bersyukur. Kalau orangtua belum sholeh maka kita harus berjuang menjadi orang sholeh dan sukses.

Saat kecil, Rasulullah SAW sudah terbiasa mandiri. Beliau mengembala kambing orang-orang Quraisy. Sehingga beliau menjadi sosok yang tangguh dan mandiri. Pelajarannya, jangan sampai anak-anak kita menjadi generasi yang manja dan lemah. Serba minta dilayani dan mudah menyalahkan orang lain.

Saat masih berumur 12 tahunan, Rasulullah SAW sudah beberapa kali diajak berdagang ke luar Arab. Dengan berangkat keluar daerah, maka wawasan dan pengalaman beliau semakin luas. Relasi dan mitranya semakin banyak. Kita bisa mengambil pelajaran dari sisi ini. Kalau kita ingin punya wawasan luas, harus mau membuka diri, belajar kepada orang lain. Jangan jadi katak dalam tempurung. Coba ketika kita ke luar negeri. Ke Jepang, Jerman atau ke mana saja. Lihat sisi posistif apa yang bisa kita ambil pelajaran dari kehidupan mereka.

Baca Juga : ENAM PERKARA WAJIBKAN MANDI BESAR

Manusia Terpercaya

Pada saat masih muda, Rasulullah SAW diberi gelar yang tidak pernah diberikan pada orang selain beliau, sebelum maupun sesudahnya. Yaitu Al-Amin. Orang yang jujur dan dapat dipercaya. Hati, lisan dan sikap semuanya sama. Kalau beliau berjanji selalu ditepati. Setiap kali beliau diamanahi, beliau selalau menjaga amanah dengan sebaik-baiknya. Maka para saudagar memberikan kepercayaan kepada Nabi Muhammad untuk menjalankan usaha mereka.

Para penjahat juga tentu akan mencari teman yang jujur. Karena dia tidak mau dibohongi atau dikhianati oleh temannya. Kejujuran ini diinginkan setiap orang. Dan, nilainya sangat mahal. Orang tua ingin punya anak yang jujur. Sebaliknya, anak ingin juga orangtuanya jujur. Pemerintah ingin rakyatnya jujur. Sebaliknya, rakyat sangat berharap pemerintahnya jujur. Seorang suami ingin punya istri yang jujur. Pun sebaliknya.

Kita jujur bukan supaya dipercaya orang. Kita jujur bukan supaya karir sukses atau dagangan laris.  Itu jujur tingkat rendah. Kita jujur karena Allah suka dengan orang yang jujur. Orang mau percaya atau tidak. Dagangan laris atau tidak bukan urusan kita. Kalau kita sudah jujur, lalu kita dikeluarkan dari tempat kerja, tidak apa-apa. Yang penting kita disukai Allah. Jangan takut dihukum orang, lalu kita berani tidak jujur.

Usia 25 tahun Rasulullah SAW menikah dengan Siti Khodijah. Rasulullah SAW seorang pemuda cerdas, professional dan ganteng menikah dengan seorang investor kaya raya berbudi luhur. Jodoh itu merupakan misteri dan takdir Allah. Ada yang menikah dalam usia muda. Ada yang sudah berusia cukup, tapi belum juga menikah.

Kalau menikah, sebaiknya minta dipilihkan oleh Allah. Karena yang paling tahu siapa yang pantas dan baik untuk kita adalah Allah SWT. Menurut saya, dalam membangun rumah tangga jangan terlalu berdasar cinta. Karena  kalau terlalu cinta cenderung menuhankan pasangan, dan Allah tidak suka. Pasangan hidup terlalu mendominasi hati dan pikiran kita. Tapi semuanya harus kembali karena Allah. Yang memberikan pahala dan balasan sejati bukan suami atau istri, tapi Allah. Maka suami menjalankan kewajibannya karena Allah. Sebaliknya, istri akan berusaha menjadi istri shalehah karena ia ingin mendapat pahala dari Allah.

Menjelang usia 40 tahun, Rasulullah SAW sudah tidak lagi menjalankan bisnis. Beliau memulai jadi investor. Memberikan amanah bisnis kepada orang lain. Beliau mulai bertahannuts (beribadah menyendiri) di gua Hiro, sampai akhirnya beliau diangkat menjadi Rasul.

Meskipun beliau sudah terkenal jujur, amanah dan akhlak-akhlak terpuji lainnya sejak kecil, namun setelah jadi Rasul, membawa risalah tauhid, beliau tetap mendapat perlawanan, cacian, hinaan bahkan upaya pembunuhan. Artinya, dalam menyuarakan kebenaran selalu mendapat rintangan dan hambatan. Namun, tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berdakwah. Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad. (Media Ummat)

Tags
Show More

Related Articles

Check Also

Close
Close