Bahaya Mengingkari Amaliyah Ulama

0
Habib Umar bin Hafidz

Berapa banyak keburukan, peperangan, kerusuhan, kekacauan yang menyebar di dunia ini di kalangan ummat semuanya ini setelah menyebarnya  praktek-praktek  riba dan permusuhan terhadap para wali Allah. Orang-orang yang tidak mengerti tersebut mengingkari terhadap para wali Allah dan hal-hal sunnah yang bersumber dari Al-Kitab dan Sunnah. Mereka menamakan perbuatan yang dilakukan oleh  para wali  tersebut sebagai bid’ah bahkan  ada yang mengatakan itu syirik.

Sesungguhnya di antara bid’ah yang paling besar di dalam ummat ini ialah manakala mereka  mengucapkan  kata-kata  yang kurang ajar terhadap para walinya Allah dan juga dengan mengucapkan  perkataan yang tanpa didasari ilmu.

Mereka ingkar terhadap orang-orang yang membaca surat  yaasin. Apakah ada sunnah yang mengingkari  pembacaan  Al-Qur’an?  Mereka ingkar, tidak suka kalau ada  orang yang membaca Al-Qur’an di dekat kuburan. Apakah ada hal tersebut  di dalam kitab dan sunnah yang mengajarkan untuk ingkar? Ilmu darimana sumbernya ini? Kemana dia berdasarkan  dan bersandar?  Darimana  asalnya ilmu tersebut?

Nabi Muhammad SAW sebagai sang pengajar sunnah, hanya mengharamkan pembacaan Al-Qur’an untuk  dibaca oleh orang yang dalam keadaan junub, janabah  ataupun  sedang dalam hadats besar  ataupun dalam keadaan haid. Maka darimanakah dasarnya mereka mengharamkan orang-orang yang membaca Al-Qur’an selain daripada keadaan yang disebutkan tadi, dan kemudian menyebutnya sebagai perbuatan bid’ah? Barangsiapa yang  mengharamkan  dan mengingkari pembacaan Al-Qur’an  manakala dibaca oleh orang-orang  yang  tidak dalam keadaan hadats besar atau dalam keadaan datang bulan sesungguhnya mereka adalah  pelaku bid’ah sebenarnya.

Al-Qur’an itu besok datang  di hari kiamat sebagai pembawa syafaat bagi orang-orang yang melazimkan dan membacanya. Orang-orang yang menjadikan Al-Qur’an di depannya, maka Al-Qur’an akan memimpin dia menuju surga. Barangsiapa yang menjadikan Al-Qur’an di belakangnya maka Al-Qur’an akan mendorong dia ke dalam api neraka.

Baca Juga : ANGGAP ISTRI TIDAK PERAWAN, SUAMI INGIN NIKAH LAGI

Ajaran Rasulullah lainnya adalah shalat sunnat Witir dan shalat  sunnat Dhuha. Syekh Abubakar bin Salim dari kecil tidak pernah meninggalkan shalat Dhuha dan Witir secara sempurna, shalat Witir sebelas rakaat dan Dhuha delapan rakaat. Upayakan agar kita senantiasa melazimkannya walau tiga rakaat sholat witir. Nabi Muhammad SAW berkata, “Witir itu sungguh suatu ketetapan, barangsiapa yang tidak sholat Witir maka dia bukan bagian dari kami”. Selain itu juga upayakan untuk senantiasa melazimkan sholat Dhuha walaupun dua rakaat.

Diriwayatkan oleh Imamul Muslim bahwasanya Nabi Muhammad bersabda, ”Sungguh setiap persendian yang kita miliki wajib kita bayar sedekahnya. Maka dengan kita setiap kali bertasbih itu pembayaran sedekah, setiap takbir sedekah dan setiap ucapan Laailaha illallah sedekah, setiap ucapan Hamdalah sedekah, setiap amar ma’ruf sedekah dan juga pencegahan dari kemungkaran itupun ditulis sedekah”.

Sholat Dhuha dua rakaat yang kita kerjakan dapat menebus tugas sedekah dari seluruh tubuh ini. Selain itu sholat Dhuha juga menjadi sebab terjaganya manusia dari godaan syaithan dan tidak akan diganggu oleh kaum Jin. Orang-orang  yang sering terkena gangguan jin itu  disebabkan mereka tidak melaksanakan shalat Dhuha dan tidak membaca wirid dan dzikir.

Jika kita ingin menolak bala’, tolaklah bala’ dengan sedekah. Sungguh sesuap sedekah itu menolak bala dan musibah. Rasulullah bersabda, “Bersegeralah kalian bersedekah di pagi hari sebab bala apabila mau datang tidak dapat melompati dan mendahului sedekah itu”. Disebutkan oleh Al Habib Abdulqadir bin Ahmad Assegaf bahwa di antara orang-orang baik, kaum shalihin yang ada di kota Seiwun mereka sudah menyiapkan sedekah mereka dari malam, ketika masuk Subuh, mereka berpesan kepada anggota keluarganya agar sedekahnya untuk disiapkan dan begitu adzan Subuh, maka dikeluarkanlah sedekah tersebut. Mereka sholat shubuh di masjid hingga kemudian kembali sehabis shalat Dhuha ke rumahnya. (Media Ummat)

Comments are closed.