Bagian Nabi dari Amal Ummatnya

0

Dalam membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW ternyata ada banyak faedah atau manfaat. Diantaranya bagi nabi SAW dengan shalawat dari ummatnya, nabi SAW akan mendapat tambahan derajat. Karena, tidak ada batasan bagi anugerah dan nikmat Allah SWT. Dengan shalawat itu, Nabi SAW akan selalu meningkat kedekatan dan keutamaan Beliau di sisi Allah SWT.

Sementara Imam Ahmad bin Mubarok dalam Kitab Al Ibriiz berkata, apakah Nabi Muhammad SAW mendapat manfaat (faedah) atau tidak dari shalawat kita kepada Beliau, sesungguhnya tentang masalah ini para ulama berbeda pendapat. Sayyid Abdul Aziz Addabbagh RA menyatakan bahwa bahwa Allah SWT mensyariatkan pembacaan shalawat kepada nabi SAW bukan bertujuan memberikan manfaat (dari shalawat itu) kepada Nabi. Tetapi pensyariatan shalawat itu justru untuk memberi manfaat bagi kita.

Syekh Ali Harazim Ibnu Araby dalam kitabnya Jawahirul Ma’ani Fi Faidhi  Sayyidi Abil Abbas Attijani, aku bertanya kepada Abil Abbas tentang penjelasan menghadiahkan pahala bagi Nabi SAW. Beliau kemudian menjawab, “Ketahuilah bahwa Nabi SAW tidak membutuhkan makhluk, baik secara global maupul terperinci. Beliau juga tidak membutuhkan shalawat mereka, dan hadiah pahala amal mereka karena beliau sudah mendapat anugerah yang sempurna dari Allah. Dan, Nabi SAW berada dalam kesempurnaan kedudukan di sisi Allah yang tidak mungkin bisa didapatkan oleh selain Nabi SAW. Jadi, Nabi tidak memerlukan tambahan atau manfaat dari selain Allah. Bukankah Allah SWT telah menyatakan, walasufa yu’thika rabbuka fatardho. Artinya: Dan pasti Tuhanmu akan memberimu dan kamu akan merasa puas/ridho.

Baca Juga : ALLAH AL-LATHIF

Allah SWT Yang Maha segalanya dan  anugerahnya tidak terbatas, memberi Nabi SAW dengan anugerah sesuai keluasan kekuasaan-Nya dan meninggikan derajat nabi SAW di sisi-Nya sesuai kedudukan Beliau di sisi Allah.

Salah satu bukti tidak butuhnya Nabi SAW atas hadiah pahala dari ummatnya, karena sejak beliau diutus sampai hari kiamat nanti beliau langsung akan mendapat pahala dari setiap amal ummatnya yang melakukan amal ibadah karena Allah.

Disebutkan dalam kitab Al Mawahib Alladunniyah bahwa Imam Syafi’i berkata: “Semua kebaikan orang-orang mukmin dan amal-amal sholeh mereka akan masuk dalam lembaran kebaikan Nabi Muhammad SAW,  sebagai tambahan pahala bagi beliau dengan berlipat ganda, tidak ada yang mengetahui batasnya kecuali Allah SWT.

Sayyid Ali Wafa berkata dalam sebuah syair yang sangat indah:

Falaa hasana illa min mahaasini husnihi * walaa muhsina illa lahu hasanaatuh

 Artinya: (Tidak ada kebaikan kecuali (bersumber) dari kebaikan-kebaikannya (Nabi SAW). * Dan tidak ada orang yang berbuat baik, kecuali bagi Nabi SAW bagian dari kebaikan-kebaikan tersebut.

Adapun terkait dengan menghadiahkan pahala amal ibadah, termasuk dalam membaca shalawat kepada Nabi SAW menurut para ulama boleh saja. Bahkan, menghadiahkan pahala amal ibadah, sedekah dan lain-lain bagi orang yang telah meninggal, selain Nabi SAW juga boleh dan yang dikirimi akan mendapatkan bagian pahala tersebut.

(Disarikan oleh Fahrurozi dari Kitab Sa’adatuddaroin, halaman  41-48)

Comments are closed.