Anggap Istri Tidak Perawan, Suami Ingin Nikah Lagi

0

Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Saya mau tanya, saya mempunyai suami yang ingin menikah sirri sebab tuduhannya terhadap saya, untuk menyelamatkan rumah tangga kami syaratnya suami saya harus nikah sirri padahal saya secara pribadi tidak menginginkan hal tersebut. Adapun tuduhanya terhadap saya yaitu saya dituduh tidak perawan sebab tidak keluar darah perawan padahal saya tidak pernah melakukannya, walaupun saya bersumpah dengan menyebut nama Allah SWT suamiku tetap tidak akan percaya karena darah adalah buktinya, katanya seperti itu. Dan saya tidak mengharapkan ada orang ketiga dalam rumah tangga kami, bagaimana menurut pak ustadz? Dan apa yang harus saya lakukan? Terima kasih.

Jawab :

Wa’alaikumsalam. Wr. Wb. Dalam permasalahan saudara ada beberapa hal yang ingin kami jelaskan. Pertama, perlu kita ketahui dan fahami bahwa orang perempuan itu dihukumi perawan atau tidak perawan, tidak harus (wajib) mengeluarkan darah (perawan) saat pertama berhubungan. Sebab selaput dara perempuan itu bisa saja sudah pecah. Hal ini mungkin adanya beberapa faktor yang mungkin saja terjadi. Misalnya saat aktifitas olah raga, kerja berat, pernah jatuh dan lain sebagainya. Sehingga pada waktu malam pertama dia tidak mengeluarkan darah itu bukan berarti satu-satunya tanda dia tidak perawan.

Baca Juga : TATA CARA MAKAN RASULULLAH SAW

Kedua, alasan suami mengatakan tidak perawan dan dia lantas menuntut untuk nikah sirri. Dari sini bisa kita fahami kalau suami itu beralasan bahwa tidak mengeluarkan darah itu hanya untuk alat atau akal-akalan agar dia diberi izin agar dia bisa nikah lagi. Dari kedua poin tersebut tentu menuntut istri untuk bersikap.

Lantas bagaimana sikap sang istri? Istri harus menyatakan kalau dirinya memang masih betul-betul perawan dan tidak pernah hubungan dengan laki-laki lain. Adapun permasalahan suami mau percaya atau tidak itu hak daripada sang suami. Dan kalau suami ingin menikah lagi itu tetap haknya istri yang pertama untuk memberikan izin atau tidak memberikan izin kepada sang suami. Tetapi kalau dia masih bersi keras untuk menikah lagi, maka hal ini diserahkan kepada istri yang pertama. Yakni berkenan atau tidak kalau suami menikah lagi, atau berkenankah istri pertama dimadu. Kalau istri yang pertama tidak berkenan untuk dimadu maka solusinya keduanya bisa pisah (cerai). Sebab kalau kita memahami dari cerita permasalahan di atas, yakni suami menuduh istri sudah tidak perawan itu hanya sekedar alat agar dia bisa menikah lagi (mendapatkan izin dari istri  pertama). Dan suami yang seperti ini tentu tidak benar dalam pandangan ajaran agama Islam.

Comments are closed.