Kajian IslamiMutiara Tafsir

Al-Qur’an adalah Tindakan

Oleh: DR. NABIGHAH

Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat terbesarnya. Allah SWT telah menantang kepada semua sastrawan yang ada di seluruh dunia agar bisa membuat atau menandingi satu ayat saja dari kesastraan  Al-Qur’an. Dan, tantangan itu tidak ada satupun yang menyanggupinya.

Maka dari itu Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab Allah yang sangat indah makna serta bacaannya. Bahkan Al-Qur’an juga dipenuhi dengan keajaiban-keajaiban ilmiyah di dalamnya.

Allah SWT berfirman dalam surat an-Nahl ayat44:  “Dan Kami turunkan kepadamu Ad-Dzikr, agar memberikan penjelasan  pada seluruh umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.”

Allah SWT menurunkan Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca namun agar digunakan untuk memikirkan maknanya, meneladani kisah-kisah yang diceritakannya, dan mengamalkan kandungannya.

Baca Juga : SYEKH HASAN BASRI DAN TETANGGA NASRANI

Dikisahkan bahwa sebelum taubatnya, Imam Ibnu Dinar,  salah satu pemimpin tabiin pada masanya, terkenal sebagai orang yang sangat suka bermaksiat. Suka minum minuman keras dan main judi.  Salah satu penyebab taubatnya adalah karena pada suatu hari ketika dia sedang berdiri di luar masjid dia mendengar sepotong ayat dari Al-Qur’an yang artinya, Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allâh dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. al-Hadîd 57:16)

Setelah mendengar ayat tersebut, dia langsung ambruk dan menangisi segala apa yang telah dia perbuat serta bertaubat dan berserah diri kembali kepada Allah

Al-Qur’an yang dibaca dan didengarkan ibnu dinar adalah Qur’an yang kita baca. Tidak ada perubahan, namun mengapa kita tidak bisa mengamalkannya? Alangkah indahnya hidup ini jika semua orang mengamalkan isi Al-Qur’an dan mengaplikasikannya ke dalam bentuk nyata setelah mentadabbur (merenungi) kandungannya.

Tags
Show More

Related Articles

Close