Al Karim (Yang Maha Mulia)

0

Menjaga Kehormatan Diri

Secara bahasa, Al Karim bermakna “kemuliaan”, “keistimewaan sesuai objeknya” dan “keluhuran budi”. Sementara menurut Ibn faris, Karim adalah kemuliaan sesuatu pada dirinya sendiri atau perilakunya. Sedangkan, Imam AZ Zujaj memaknainya dengan al-jawad (dermawan), al-aziz (perkasa) dan al-shaffuh (pemaaf). Az-Zujaj berkata, “Inilah tiga pengertian Karim menurut ucapan orang arab. Semuanya boleh disifatkan kepada Allah.”

Allah adalah Tuhan yang Maha Mulia. Kemulian-Nya tidak dilebihi oleh siapa pun selain-Nya. Al-Qur’an menyatakan:

“Barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya, dan barangsiapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya Lagi Maha Mulia.”

Karena kemulian-Nya, Allah memiliki kebaikan yang tidak terbatas Dia akan memberi, jika diminta, dan tetap memberi meski tidak diminta. Imam Al-Ghazali menjelaskan makna Al-Karim sebagai berikut: “Al-Karim adalah Dzat yang bila berkuasa akan mengampuni, bila berjanji akan menepati, bila memberi akan memberi lebih dari yang diminta. Ia tidak pernah berhitung, berapa dan kepada siapa ia memberi. Dia tidak rela, bila ada kebutuhan yang dimohonkan kepada selain-Nya. Dia ‘kecil hati’, bila menegur tanpa ‘berlebih’. Dia tidak mengabaikan siapapun yang menuju dan berlindung kepada-Nya. Itulah Dzat yang Maha Karim dalam pengertian yang sebenarnya. Dan itu hanya milik Allah semata.

“Sesungguhnya Allah itu Maha Hidup lagi Maha Mulia. Dia merasa mlau terhadap seorang hamba yang menganngkat tangannya, berdoa, memohon kepada-Nya”. (HR. Tirmidzi. No. 3479, Kitab Ad-Da’awat ‘an Rasulillah)

Pesan Sosial – Ekonomi

Baca Juga : ABU THALHAH SANG PEMANAH ULUNG

Menghiasi diri dengan Akhlak yang baik.

Seorang yang menunjukan akhlak yang baik, berarti dia telah membangun kepribadian yang mulia karena memuliakan ajaran Allah melalui amalan nyata. Akhlak disini berarti kepada Allah, kepada sesama manusia, dan kepada makhluk lainnya.

Menjaga Kehormatan Diri

Kehormatan diri dapat dibangun dengan sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi kemandirian, rela berkorban, bertanggung jawab, serta menjaga diri dari perilaku yang menghinakan diri. Maka menjaga kehormatan diri sangat erat kaitannya dengan pembentukan mental sekaligus mengoptimalkan potensi diri untuk lebih maju dan lebih baik dalam berbagai bidang kehidupan.

Sumber Landasan Sikap dan Mental

-Menjadi hamba Allah yang merendahkan diri di hadapan-Nya melalui kepatuhan dan ketundukan terhadap segala aturan Allah

-Hormat dan patuh kepada orang tua

-Bertanggung jawab kepada keluarga

-Menjaga hubungan baik dengan tetangga dan lingkungan sekitar

-Menjadi pribadi yang bisa dipercaya

-Ramah terhadap lingkungan hidup

-Menjaga kebaikan dengan niat karena mengaharap ridha Allah

Comments are closed.