Kajian IslamiTauhid

AL-HALIM (Dzat yang Maha Santun)

Belajar Santun Dan Sabar

Secara bahasa, Al-Halim memiliki tiga makna, yaitu “tidak bergegas”, “lubang karena kerusakan”, dan “mimpi”. Ar-Raghin Al-Astahani mengatakan bahwa Al-Hilm adalah “menahan diri dari api kemarahan.”

Allah adalah Dzat yang Maha Santun. Kepada para Makhluk-Nya. Ia tidak menyegerakan siksa kepada hamba-Nya yang berdosa. Andai Allah tak memiliki sifat ini, tentu bumi dan langit sudah bergoncang lantaran dosa yang dilakukan manusia. Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap, dan sungguh jika keduanya akan lenyap, tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha pengampun.

Terkait dengan ayat ini, para ulama menjelaskan, langit dan bumi minta izin pada Allah agar keduanya lebih baik hancur karena tak tahan dengan besarnya dosa manusia. Tetapi Allah tidak melakukan itu, karena sifat Halim-Nya.

Jadi, Allah menangguhkan siksa-Nya terhadap hamba yang bergemilang dosa atau terhadap hamba yang tidak mau dan melecehkan tuntunan-Nya. Bahkan rezeki-Nya pun tetap dilimpahkan kepada mereka. Allah terus member nikmat, meskipun Dia kuasa memberikan siksa, kapan pun Dia mau.

Menurut Imam Al-Ghazali makna Al-Halim yang disandang Allah adalah bahwa Dia menyaksikan kedurhakaan para pendurhaka, melihat pembangkangan mereka, tetapi kemarahan-Nya tidak mengundang-Nya bertindak, untuk bergegas menjatuhkan sanksi. Padahal Dia amat mampu dan kuasa.”

Baca Juga : PANGGILAN ISRAFIL DARI BAITUL MAQDIS

Pesan sosial –Ekonomi

Bersikap Santun

Allah SWT menganugerahkan ilmu untuk meneladai sifat-Nya ini kepada para hamba-Nya. Persoalannya, mau atau tidak kita memberdayakan diri untuk bersikap santun. Kesantunan dapat diterapkan dalam berbabagi hal. Misalnya saja, santun dalam berpakaian, berucap, bersikap dan bertindak. Tidak termasuk santun terhadap mereka yang tidak menyukai dirinya. Dalam Islam, memang selalu ada etika tertentu yang harus diterapkan kepada orang lain, sekalipun terhadap musuh.

Sabar atas keburukan

Pribadi yang mengamalkan makna sifat Al-Halim akan bersabar atas keburukan orang lain terhadap dirinya. Bahkan ia akan berusaha semampunya membalas keburukan orang tersebut dengan kebaikan. Kehadirannya dalam membuat suatu pergaulan atau kelompok sosial, selalu memberikan hal yang positif. Ia pun akan dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, ramah, dan senang membantu orang lain. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain.”

Sumber Landasan Sikap dan Mental

– Memilih pakaian yang sopan dan menunjukkan sikap yang santun.

– Menyikapi perlakuan atau niat buruk orang lain dengan sabar.

– Melihat kesalahan orang lain dengan bijak dan menasehatinya secara bijak pula.

– Tidak langsung memvonis orang yang dituduh berbuat salah, melainkan terlebih dahulu mencari pembuktiannya.

– Memberi kesempatan kepada orang lain memperbaiki diri dan mennjadi lebih baik.

Tags
Show More

Related Articles

Close