Adab & DoaAkhlaq

Akhlak Muslim Indonesia Luar Biasa

Sayyid Syekh Amin bin Muhammad Ali Al-Jailani Al-Hasani

Peringatan Haul KH. Mustaqim di Pondok Darul Istiqomah Pesantren Candirobo dan Peringatan Hari Jadi Republik Indonesia yang ke 71 di PP. Ar-Risalah Candirobo, Sukorejo Pasuruan terasa istimewa dengan hadirnya Syekh Amin bin Muhammad Ali Al-Jailani Al-Hasani, dzurriyah daripada Syekh Abdul Qadir Al-Jilani.

Ulama kelahiran 10 April 1948 (68 tahun) ini  sering berda’wah di beberapa negara Timur Tengah, Afrika dan Asia, termasuk Indonesia. Syekh Amin Al-Jilani adalah Syekh Sufi dengan ijazah Thariqah Qadiriyah, Nasyabandiyah dan Syadziliyah. Ulama yang kini tinggal di Tripoli Libanon ini merupakan pendiri Lembaga Bantuan Yayasan At-Taysir Wal Aun. Di samping itu beliau juga pendiri Lembaga Pendidikan Al-Faruq yang setengah muridnya adalah anak-anak pengungsi dari Suriah.

Safari Da’wah

Syekh Amin Al-Jilani sudah keempat kalinya datang ke Indonesia. Kali ini datang bersama putra kedua beliau, Sayyid Ibrahim yang merupakan seorang Munsyid (pelantun Qasidah).

Ahad  7 Agustus, hadir acara di Pondok Darul Istiqomah Pesantren Candirobo, dalam rangka Haul Romo Kiyai Mustaqim, Pendiri Pesantren Candirobo, Candi Binangun Sukorejo Pasuruan, buyut dari Pengasuh rubrik Tafsir Media Ummat, KH. Ali Badri. Senin 8 Agustus, hadir Majlis Pengajian Rutin Malam Selasa Pondok Ar-Risalah Pesantren Candirobo yang diasuh oleh KH. Ali Badri. Sedangkan mulai 9 sampai 24 Agustus, beliau melakukan safari da’wah bersama KH. Ali Badri ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Jawa Barat.

Saat Media Ummat bersilaturahim dengan Syekh Amin bin Muhammad Al-Jilani  di PP. Darul Istiqomah (7/8) yang lalu beliau mengungkapkan kekagumannya dengan akhlak ummat Islam di Indonesia. “Orang-orang awam Indonesia akhlaknya kadang lebih baik dari orang pandai di negara-negara Timur Tengah. Subhanallah mereka begitu tawadhu dan cinta dengan para ulama. Pemandangan ini hanya saya temukan di Indonesia dan Malaysia.

Habib Abu Bakar Assegaff yang turut mendampingi beliau mengamini, bahwa tradisi dan akhlak ummat Islam Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan dakwah para walisongo.

Di sela-sela mengisi acara pengajian Haul Akbar, Syekh Amin menyempatkan berziarah kepada para pendiri Pondok Darul Istiqomah. Setelah berziarah beliau menerangkan pentingnya mencintai para wali Allah, bertawassul dan tabarukan dengan mereka.  (*)

Baca Juga : WASIAT NABI ADAM KEPADA ANAKNYA

BERTAUHID, BERILMU DAN BERAMAL

Dalam pengajiannya yang diterjemahkan oleh KH. Ali Badri dengan bahasa Madura. Syekh Amin Al-Jilani menerangkan tentang  keutamaan istiqomah serta ilmu. Beliau mengutip ayat Al-Qur’an yang artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fushilat: 30)

Ayat di atas mengajarkan pentingnya memegangi kalimat tauhid sampai akhir hayat. Kalimat tauhid (La ilaaha illallah) adalah kunci surga (miftahul jannah). Namun, yang namanya kunci baru bisa berfungsi maksimal jika ada geriginya. Nah, adapun gerigi daripada kaliamt tauhid sebagai kunci surga adalah amal sholeh. Sedangkan amal sholeh kalau ingin diterima oleh Allah SWT harus dilandasi dengan ilmu yang benar. Jadi bertauhid, berilmu dan beramal kemudian melakukannya secara istiqomah.

Menurut Syekh Amin, ulama yang kita peringati haulnya ini, yaitu KH. Mustaqim, namanya menunjukkan sosok orang tersebut. Beliau yakin, bahwa Almaghfurlah KH. Mustaqim merupakan sosok orang yang berilmu, beramal dan istiqomah. Beliau sejak kecil mengaji, kemudian setelah besar mengajarkan ilmunya. Sosok seperti Kyai Mustaqim ini kata beliau, seperti yang digambarkan oleh Rasulullah SAW, sebaik-baik diantara kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an lalu mengajarkannya.

Oleh karena itu beliau mengajak para jamaah agar benar-benar cinta ilmu dan terus menambah ilmu agama. Jangan biarkan anak-anak jauh dari ilmu. Orang yang berilmu pasti akan dimuliakan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya, “Allah akan mengangkat derajat Rasulullah SAW juga mengingatkan dalam haditsnya tentang keutamaan orang yang berilmu, orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”. Keutamaan orang alim atas ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah dari kalian” (HR. Tirmidzi). Dalam riwayat lain disebutkan: “Keutamaan orang ‘alim atas orang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang-bintang.” (Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’i dan Ibnu Hibban)

Kita harus belajar dari orang-orang sholeh yang telah pulang ke rahmatullah. Meskipun mereka telah meninggal namun kebaikan-kebaikan yang mereka lakukan akan terus mengalirkan pahala yang tiada terputus.  Lihatlah, pondok pesantren dan masjid ini yang merupakan tinggalan KH. Mustaqim dan dzurriyahnya yang terus dimanfaatkan untuk kebaikan.  Rasulullah SAW telah bersabda: “Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim). (Media Ummat)

Tags
Show More

Related Articles

Close