Agar Pahala Tidak Sirna

0

Kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk mempersiapkan bekal yang sebanyak-banyak untuk dibawa menghadap Allah SWT. Untuk itu kita harus memperbanyak amal ibadah, baik yang wajib maupun yang sunnah. Jangan sampai kita menyepelekan amal.

Amal ibadah yang telah kita lakukan, selanjutnya harus dijaga atau dirawat. Jangan sampai pahalanya hilang. Orang yang banyak ibadahnya, tapi gara-gara hatinya kotor maka pahalanya habis. Ini sama dengan tidak punya amal. Sungguh orang yang sangat merugi.

Maka para ulama tasawwuf mengatakan bahwa menghilangkan penyakit-penyakit hati itu menjadi suatu yang wajib. Para ulama tasawwuf mengajarkan kita untuk melakukan takhalli, usaha untuk membersihkan hati dari penyakit atau kotoran. Diantaranya dengan berdzikir. Lebih-lebih dzikir melalui tariqah yang dibimbing oleh seorang guru (mursyid). Dzikir akan memancarkan nar (api) sekaligus nur (cahaya). Nar  atau panasnya dzikir akan membakar berbagai penyakit dalam hati. Setelah penyakitnya hilang, maka dzikir akan memancarkan nur dalam hati.

Kebersihan hati sangat menentukan nasib seorang hamba di akhirat kelak. Disebutkan dalam Al-Qur’an, bahwa Allah SWT hanya mau menerima orang yang hatinya bersih. Allah SWT berfirman, “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’ara: 88-89)

Bagi orang yang tidak mampu membersihkan hatinya kecuali dengan tariqah, maka dia harus ikut tariqah. Dalam muktamar ahlittariqah diputuskan bagi orang yang tidak bisa membersihkan hatinya kecuali dengan tariqah maka dia wajib ikut tariqah.

Baca Juga : 7 SAKSI MANUSIA DI AKHIRAT

Waspada Penyakit Hati

Diantara penyakit hati yang bisa menghabiskan pahala kebaikan adalah sifat hasud atau iri dengki. Rasulullah SAW bersabda: ”Jauhilah olehmu sifat hasad karena sesungguhnya hasad itu akan memakan kebaikan, sebagaimana api memakan kayu bakar atau rumput kering.” (HR. Abu Dawud).

Ibarat kayu bakar, sebanyak apapun jumlahnya, kalau dibakar maka lama kelamaan akan habis juga. Demikian pula amal ibadah kita. Meskipun banyak, kalau kita punya penyakit hasud, pahala amal kita akan habis. Betapa ruginya, orang yang sudah susah payah beramal lalu pahalanya tidak ada, karena dihanguskan penyakit hatinya. Na’udzubillah.

Penyakit lain yang harus dibersihkan dari hati adalah kesombongan atau takabbur. Allah SWT telah menyampaikan dalam Al-Qur’an, “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin ketinggian (menyombongkan diri ) dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Qashash: 83)

Jadi surga hanya diperuntukkan bagi orang yang tidak memiliki keinginan untuk bersifat angkuh atau sombong. Artinya, orang yang sombong tidak diperkenankan untuk masuk surga. Bahkan dalam ayat di atas, disebutkan bahwa surga itu bagi orang yang “tidak menginginkan kesombongan”. Artinya, dia punya keinginan saja tidak. Dengan demikian, orang yang punya keinginan saja untuk sombong bisa terhalang dari surga. Masyaallah.

Selanjutnya yang tidak kalah berbahaya adalah penyakit riya. Beribadah dengan pamer. Ingin dilihat dan dipuji orang lain. Kebaikannya karena ingin mendapat penghargaan dari orang lain. Orang yang seperti ini, kelak di akhirat akan diusir oleh Allah SWT. Allah SWT tidak mau memberi balasan pahala kepadanya. Disebutkan dalam hadits shohih, Rasulullah SAW menyebut riya’ sebagai syirik kecil karena menyekutukan Allah SWT dalam beribadah.

Beliau SAW bersabda tentang bahayanya riya’: “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan akan menimpa kalian adalah syirik ashgor.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik ashgor, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Syirik ashgor adalah) riya’. Allah Ta’ala berkata pada mereka yang berbuat riya’ pada hari kiamat ketika manusia mendapat balasan atas amalan mereka: ‘Pergilah kalian pada orang yang kalian tujukan perbuatan riya’ di dunia. Lalu lihatlah apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka?’” (HR. Ahmad)

Dengan begitu betapa besarnya bahaya daripada penyakit-penyakit hati ini semoga kita diselamatkan oleh Allah SWT dan dianugerahi hati yang bersih. Amin. (Media Umat)

Comments are closed.