Agar Lulus Jadi Manusia

0

DR. KH. Dhiyauddin

Usai seminar di Fak Filsafat UGM, seorang guru besar filsafat bertanya, “Guru, untuk apa orang harus beragama? Agar lulus jadi MANUSIA, jawab guru.

Itulah karenanya al-Qur’an sebagai kitab suci dan pedoman hidup dibuka dengan surat al-Fatihah dan diakhiri sebagai penutup dengan surat An-Nas (Manusia universal).

Sesungguhnya surat an-Nas bukan saja tentang perlindungan dari godaan syetan, tapi terutama tentang siapa manusia yang sejati.

Ketahuilah…

Di hadapan Allah sebagai ROB (Robbun Nas) manusia adalah hamba-Nya

Di hadapan Allah sebagai MALIK (Malikun Nas) manusia adalah kholifah-Nya

Baca Juga : TIGA RESEP HIDUP TENANG

Di hadapan Allah sebagai ILAH (Ilahun Nas) manusia adalah kekasih-Nya.

Dan di hadapan Allah sebagai satu-satunya WUJUD MUTLAQ, maka manusia adalah bayangan-Nya.

Kesatuan kesadaran (manunggaling roso rumongso) sebagai hamba, kholifah, kecintaan dan dan bayangan-Nya itulah sejatinya siapa manusia itu (manungso).

Sebagai hamba ia takkan sombong. Sebagai kholifah ia takkan dengki. Sebagai kekasih ia takkan riya’, dan sebagai bayangan ia takkan punya lagi keakuan/egoism.

Maka jadilah ia sebagai manusia universal bukan manusia individual.

Ia laksana angkasa raya yang melingkupi segalanya. Dengan kasih sayangnya yang meliputi segala sesuatu, membagun keselamatan, kesejahteraan dan kemuliaan jagad. (Media Ummat)

Comments are closed.