Adab Menguap dan Bersin

Agama Islam sudah menjelaskan adab segala hal yang ada dalam hidup melalui Rasul SAW. Bahkan hal terkecilpun dijelaskan dalam Islam, misalnya saja adab bersin dan menguap. Terdapat hadits yang membahas mengenai kedua hal tersebut.Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda,“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Karenanya apabila salah seorang dari kalian bersin lalu dia memuji Allah, maka kewajiban atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mentasymitnya (mengucapkan yarhamukallah). Adapun menguap, maka dia tidaklah datang kecuali dari setan. Karenanya hendaklah menahan menguap semampunya. Jika dia sampai mengucapkan ‘haaah’, maka setan akan menertawainya.” (HR. Bukhari Muslim)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,“Bila salah seorang dari kalian menguap maka hendaklah dia menahan mulutnya dengan tangannya karena sesungguhnya setan akan masuk.” (HR. Muslim)

Imam Ibnu Hajar berkata, “Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang tertulis dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan. Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fathul Baari, 10/607)

Hadits yang membahas mengenai bersin, diantaranya  dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda,“Ababila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, “alhamdulillah” sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, “yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘yarhamukallah’ maka hendaknya dia berkata, “yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Musa Al-Asy’ari RA, beliau berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda,“Bila salah seorang dari kalian bersin lalu memuji Allah maka tasymitlah dia. Tapi bila dia tidak memuji Allah, maka jangan kamu tasymit dia.” (HR. Muslim).

Tasymit adalah mengucapkan ‘yarhamukallah’. Dari Abu Hurairah RA, dia berkata: “Apabila Nabi SAW bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” (HR. Abu Daud, At-Tirmizi)