Adab Al- Jumu’ah (Hari Jum’at)

0

Niat yang Benar

Hendaknya seorang Muslim meniatkan kepergiannya ke masjid untuk memenuhi perintah Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya: “Hai orang–orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegerahlah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik jika kamu mengetahui.” (QS. AlJumu’ah: 9)

Demikian juga untuk mengharapkan pahala yang banyak pada hari Jum’at, menghadiri perkumpulan kaum Muslimin, dan sebagainya.

 

Baju Khusus untuk Hari Jum’at

Hari Jum’at adalah hari besar kaum Muslimin. Pada hari itu, kaum muslimin berkumpul dan bertemu. Oleh karena itu, selayaknya bagi setiap orang yang mampu untuk menyiapkan dua helai baju khusus pada hari Jum’at sehingga ia selalu berpakaian bersih pada hari itu.

Rasululullah SAW bersabda: “Ma ‘alaa ahadikum in wajadtum an yattakhidza tsaubayni liyaumil jumu’ati siwaa tsawbay mihnatihi“ (Apa sulitnya salah seorang dari kalian, jika mampu, menyiapkan sepasang khusus pada hari jum’at selain dari baju kerjanya.)  (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Abdullah bin Salam)

Baca Juga : Malaikat Bergelombang di Medan Perang

Mandi Hari Jum’at

Rasulullah SAW bersabda: “Idzaa jaa a’ ahadukumul jumu’ata falyaghtasil“ “Jika salah seorang dari kalian hendak menghadiri shalat jum’at, hendaklah ia mandi” (HR. Al bukhori dan Muslim dari Ibnu Umar RA)

Demikian juga sabda Beliau SAW; “Ghuslu yaumil jumu’ati wa jibun ‘ati waajibun ‘ala kulli muhtalimin” “Mandi jum’at wajib atas setiap Muslim yang telah Baligh.” (HR. Al-Bukhori wa Muslim dari Abu Said RA)

Hikmah  di balik perintah mandi ini adalah agar seseorang Muslim menghadiri sholat jum’at dengan badan yang harum sehingga tidak mengganggu jamaah lainnya dengan aroma badannya itu, juga tidak menganggu para malaikat yang hadir menyaksikan sholat jum’at itu. Sebab, para malaikat terganggu dengan apa yang mengganggu Bani Adam. Barang siapa tidak  sanggup  mandi, hendaklah berwudhu’

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: Man tawadhdhoa yaumal jumu’ati fabihaa wa ni’mat, wamanightasala falghuslu afdholu). Barangsiapa berwudhu’ pada hari jum’atmaka wudhu’ itu sudah cukup. Namun barang siapa mandi, maka mandi lebih utama.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa-I, at Tirmidzi sertta Ibnu Khuzaimah dari Samurah bin Jundab)

Comments are closed.