4 Kriteria Muslimah dalam Memilih Jodoh
4 Kriteria Muslimah dalam Memilih Jodoh
4 Kriteria Muslimah dalam Memilih Jodoh

 

  1. Pilihlah Jodoh yang Baik Agamanya, Yakni Taat kepada Allah danRasul-Nya

Agama seharusnya dijadikan kriteria utama ketika seseorang menentukan pasangan hidup. Jika tidak bisa mendapatkan tiga kriteria lainnya yang sudah ditetapkan Nabi SAW diatas, minimal harus mendapat satu kriteria ini. Orang  yang baik agamanya pastinya memiliki tingkat ketaqwaan yang tinggi. Sehingga akan membawa keluarga yang taat pada aturan Allah dan Rasul-Nya. “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al Hujurat: 13)

  1. Baik Parasnya

Tidak bisa dipungkiri jika faktor fisik juga menjadi salah satu kriteria ketika memilih pasangan. Hal ini juga diperbolehkan oleh Rasulullah SAW karena menjadi salahsatu faktor penunjang kehidupan keluarga. Hal tersebut sejalan dengan tujuan dari pernikahan, yaitu untuk menciptakan ketentraman dalam hati.

Allah Ta’ala berfirman,“Dan di antara tanda kekuasaan Allah ialahIa menciptakan bagimu istri-istri dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram dengannya.” (QS. ArRuum: 21)

Rasulullah SAW dalam sebuah hadistnya juga menyebutkan tentang kriteria ini.“Jika memandangnya, membuat suami senang.”(HR. Abu Dawud.Al Hakim berkata bahwa sanad hadits ini shahih). Itulah mengapa dalam taaruf pun Islam menetapkan agar keduanya saling melihat ketika hendak dilamar. Sehingga baik laki-laki maupun perempuan dapat mempertimbangkan wanita yang hendak dilamarnya dari segi fisik.

  1. Nasabnya atau Silsilah Keturunannya

Seorang dan wanita juga dianjurkan untuk meminang atau menerima pinangan dengan terlebih dahulu mengetahui tentang nasabnya (silsilah keturunannya). Pasalnya keluarga berperan besar dalam mempengaruhi ilmu, akhlak dan keimanan seseorang. Jika keluarganya baik, maka bisa dipastikan anak-anaknya juga seseorang yang baik.

  1. Sekufu atau Setara

Rasulullah juga menganjurkan agar memilih pasangan hidup yang setara dalam agama dan status sosialnya. Tidak dipungkiri banyak pernikahan yang tidak langgeng karena perbedaan ini. Salah satu hikmah dari anjuran ini adalah kesetaraan dalam agama dan kedudukan sosial dapat menjadi faktor kelanggengan rumah tangga.

Pada zaman Nabihal ini pernah terjadi, dimana Zaid bin Haritsahra dari kalangan biasa dinikahkan dengan Zainab binti Jahsyra. Wanita terpandang dan cantik. Hasilnya pernikahan mereka pun tidak berlangsung lama. Namun dari keempat kriteria ini faktor agama lah yang seharusnya di dahulukan.Wallahua’lambishawab

Source : infoyunik