4 Adab Muslimah dalam Berkarir

 Sekarang ini banyak perempuan di Indonesia maupun di dunia pada umumnya untuk memilih menjadi wanita karir. Ada yang beralasan bahwa pendapatan dari suami tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Ada pula yang menjadi wanita karir karena memang ingin berkarir dalam bidang pekerjaan yang sesuai passion-nya. Bagaimakah syariat Islam memandang fenomena tersebut? Bolehkah perempuan memilih menjadi wanita karir?

Apabila situasi dan kondisi rumah tangga memang menuntut seorang wanita harus bekerja, maka setidaknya ada 4 syarat yang harus dipenuhi, yaitu :

  1. Perhatikan Jenis Pekerjaan

Pekerjaan yang dikerjakan memang bagian dari pekerjaan yang diizinkan oleh syariat Islam, dan bukan pekerjaan yang bisa menimbulkan dosa lainnya. Menjadi guru, dokter, bidan, pedagang, pebisnis, salon, penjahit, dan lain sebagainya adalah pekerjaan yang tidak terlarang, bahkan sebagian dari pekerjaan tersebut memang harusnya dikerjakan oleh perempuan.

  1. Perhatikan dab-adab Keluar Rumah

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya, dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya” (QS. An-Nur: 31)

“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah Perkataan yang baik” (QS. Al-Ahdzab: 32)

Baca Juga : Suami Keukeuh Tidak Mau Kerja

  1. Mendapat Izin Orang Tua atauSuami

Walau bagaimanapun juga kewajiban anak tetap harus meminta restu kepada orang tua. Jangan sampai berkarirnya mereka justru mendapat penolakan dari orang tua sendiri. Begitu pula dengan perempuan yang sudah bersuami, wajib meminta izin suami sebelum melangkahkan kaki keluar rumah.

  1. Tidak Mengabaikan Kewajiban Utama

Jangan sampai karena berkarir di luar, lalu pekerjaan mengurus suami dan mendidik anak-anak di rumah menjadi terabaikan. Sebab tugas seorang istri sekaligus ibu adalah berada dirumah mengurus suami dan mendidik anak dengan pendidikan Islam yang baik dan benar. Mendidik anak-anak menjadi generasi terbaik adalah prioritas yang harus di dahulukan. Terlebih jika kebutuhan hidup harian sudah terpenuhi.

Tidak mudah untuk memenuhi syarat-syarat tersebut di atas, namun mau tak mau, para muslimah harus mencoba untuk mengamalkannya jika ingin menyempurnakan peran sebagai seorang muslimah berstatus istri sekaligus ibu. Perlu dipahami bahwa kehidupan ini tidak dijalankan dengan semaunya saja, tanpa memperhatikan bagaimana Allah menginginkan cara kita hidup. Jika syarat-syarat tersebut belum terpenuhi, maka baiknya “berkarir di rumah” menjadi pilihan tanpa harus merasa bahwa bekerja di luar akan jauh lebih membahagiakan.

Sumber : tandapagar